Karantina di Argentina

Day 35-150 , KM 7810 , Buenos Aires.


Semua orang pasti tidak ingin ini terjadi, begitu juga dengan saya tapi kenyataan berkata lain. Virus itu sudah datang ke Amerika dan berada di antara kita disini di Argentina dan situasi ini mengubah segalanya. Pemerintah Argentina langsung memberlakukan lockdown negara ini sesaat setelah saya tiba di Buenos Aires.


Dimulai dari perbatasan darat perlahan mulai ditutup dan kecuali truk logistik yang masih diperbolehkan lewat, perlahan penerbangan diberhentikan, adapun penerbangan spesial yang diatur pemerintah untuk membawa pulang warga negara asing balik ke negara asalnya. Semuanya terlihat panik waktu itu apalagi kami yang sedang traveling dan ada ratusan traveller lainya di negara ini yang ikut terjebak karena pandemik ini pun merasa was was. Tapi saya putuskan untuk tetap tinggal disini dan tidak memilih pulang karena mahalnya biaya tiket pesawat balik waktu itu dan belum tentu setelah keluar dari Argentina akan mudah masuk kembali.


Lapor diri ke KBRI di Buenos Aires sudah saya lakukan jauh jauh sebelum saya masuk ke negara ini dan tentu saja mereka merespon dengan cepat. Kami sudah saling kontak secara rutin lewat whatsapp dengan perwakilan dari KBRI Buenos Aires, dan pihak KBRI sudah mengunjungi saya 5 kali sambil mengecek situasi termasuk 3 kali membawakan sembako dan 1 kali Ibu Duta Besar KBRI Buenos Aires mengunjungi kami di sini, di apartment kecil yang kami sewa di kawasan Palermo.


Hari demi hari kami lewati, sesekali saya panasin Honda Africa Twin alias si Rumba di garasi bawah 2 kali seminggu sambil ngelap juga karena debuan, syukurlah ada mini market dan toko klontong jualan sayur, buah dan daging hanya 1 blok dari sini masih buka tapi kalau mau belanja dengan syarat hanya boleh 2 orang saja, yang lain silahkan antri di depan toko dan jangan lupa tetap gunakan masker dan jaga jarak aman dengan orang lain. Dedaunan di pohon mulai berubah warna jadi kuning, udara makin dingin tanda musin dingin mulai tiba. Hanya selang 2 minggu kemudian daunnya mulai berguguran, udara makin menusuk sampai 4°C dingin banget tapi tidak ada turun salju disini, salju turun di daerah selatan sekitar Patagonia dan juga area dataran tinggi disini. Gak kebayang dinginnya disana bisa minus °C.


Selama karantina ini saya mengisi kegiatan dengan membuat beberapa video buat channel YouTube dan juga menyapa para pemirsa di Indonesia walau cuma lewat sosial media. Beberapa kegiatan saya lakukan dengan sponsor dengan dibuatkan acara live bareng traveller lain seputar kegiatan selama lockdown, berkolaborasi buat live Instagram dengan channel lain ngobrol seputar turing motor dan lain sebagainya.


Memang karena lockdown sudah mencuri waktu buat turing saya namun apa boleh buat, kita harus tetap menjalankan sesuai protokol. Jadinya Petualangan Wheel Story kali ini akan bergeser waktunya menuju garis finish, kami mulai mempersiapkan plan “B” untuk menyesuaikan dengan keadaan pasca pandemi. Dan yang terpenting selalu jaga kesehatan dan ikuti aturan pemerintah agar terhindar dari masalah.


Salam adventure.


You Might Also Like:
Where's Wheel Story ?

© Wheel Story Adventure, Proudly created with Wix.com