Balik ke Guatemala Lagi

Day 728, Km: 29.568, Flores - Guatemala


Enam bulan berlalu saya tinggal di Mexico walau cuma di sekitaran provinsi Chiapas namun boleh dikatakan udah melekat banget sama daerah ini apalagi punya sahabat biker yang udah kayak keluarga seperti Ariel & Gabriel. Namun petualanganku harus berlanjut nih. Saya putusin buat balik ke Guatemala lagi. Ariel juga ikut menemani sampai ke perbatasan Mexico-Guatemala sampai semua urusan imigrasi dan custom selesai lalu akupun berpisah sama Ariel, dia balik ke Mexico dan saya lanjutin petualanganku ke Guatemala lagi. Saya balik Guatemala karena visa Mexico udah hampir habis dan biar buat konten turing yang segar lagi nih. Kalau kemarin saya kunjungin daerah tengah Guatemala nah kali ini saya bakalan explore area utara Guatemala bersama Rumba.


Setelah berhasil masuk Guatemala lewat border La Mesilla, saya pun langsung gas ngikutin jalanan di area pegunungan yang lumayan dingin sampai ke kota Quetzaltenango buat bermalam disana. Hari selanjutnya gas lagi nih ke arah Guatemala City karena disana udah janjian sama Jose di Honda Power House Guatemala City buat servis Honda Africa Twin tungganganku. Di dealer Honda yang megah dan mewah itu si Rumba bakal ditangani mekanik handal dan berpengalaman jadi hatipun ikut senang. Nah 2 hari kemudian dapat kabar dari Jose kalau motorku udah siap. Saya pun langsung jemput si Rumba dan diajak jalan-jalan ke arah Antigua sambil ngerasain performa motor setelah diservis dan juga menikmati keindahan kota tua bergaya arsitektur Spanyol ini yang masih sangat terawat dan elegan di kelilingi pegunungan hijau dan sejuk. Sore harinya saya balik ke Guatemala City lagi sebelum jam macet tiba karena ibu kota Guatemala ini dihuni 2,5 juta jiwa. Ya, lumayan padat juga.


Dan sekarang tibalah waktunya buat ngegas si Rumba ke destinasi selanjutnya ke arah bagian utara Guatemala. Hari ini bakalan berkendara sejauh 200Km atau sekitar 4 jam berkendara ke Santa Cruz Verapaz bakal melewati area pegunungan dengan jalanan berkelok dan berada pada ketinggian sekitar 1500 mdpl bikin udara dingin menusuk ditambah kabut dan hujan gerimis menemani perjalananku kesana. Saya hanya nginap semalam aja disini karena masih ada 300 km ke utara lagi buat sampai ke destinasi yang saya mau.


Nah esok harinya cuaca lagi berpihak ke saya nih, lanjut gas lagi bersama Rumba bakal menikmati jalanan penuh kelokan dan hutan lebat mengarah ke utara menuju provinsi paling utara di Guatemala yaitu Petén. Suasana pedesaan yang adem dikelilingi hutan sepanjang perjalanan yang jalannya mulai menurun dari 1500 mdpl ke sekitar 100 mdpl, dan mulai terasa gerah, setelah 6 jam berkendara santai, sampailah saya di penginapanku di Santa Elena, Petén. Dan mumpung hari masih sore dan langit biru mari kita tur ke pulau Flores dulu, tapi ini Flores yang ini bukan di Flores Nusa Tenggara Timur, saya dan Rumba bakal explore pulau Flores di tengah danau Peten Itza. Nah kota tua Flores ini dahulu pada jaman pra-colombus merupakan sebuah kota peradaban Maya. Sebutanya waktu itu Nojpeten. Namun tahun 1967 kota ini jatuh ke tangan Spanyol dan menjadi kota Maya terakhir yang akhirnya dikuasai bangsa Spanyol. Dan sekarang kota cantik yang penuh warna Flores ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Guatemala. Tapo karena pulau Flores ini mini, buat kelilingi naik motor Cuma butuh 10 menit aja dan hampir semua penginapan disini bahkan gak punya parkir karena udah padat bangunan. Paling enak kalau kita nongkrong sore hari di bagian Barat buat nikmati sunset dari tepi danau Peten Itza yang indah.


Salam Adventure.












You Might Also Like: