top of page

Charity di Sumba

Day 11-16.

 

Petualanganku di tanah Sumba berlanjut dari Sumba Barat ke Sumba Barat Daya. Saya pun explore daerah Kodi di pantai bagian selatan termasuk mengunjungi kampung adat Ratenggaro yang mempesona karena letaknya di pesisir pantai pasir putih dengan formasi rumah adat khas Sumba dengan design arsitektur tradisional menjadikan kampung adat Ratenggaro salah satu destinasi yang wajib di kunjungi di Sumba Barat Daya. Masyarakat Ratenggaro pun masih mempercayai Marapu atau kepercayaan kepada leluhur yang masih dipegang teguh. Saya pun berkesempatan berpose di depan kampung adat Ratenggaro dengan mengenakan pakaian adat Sumba lengkap dengan kuda Sumba.

 

Saya sengaja tinggal dekat sini atau di pantai Pero karena hari selanjutnya bakal ada festival Pasola di lapangan Pasola Maliti Bondo Ate yang berlokasi di sebelah desa adat Ratenggaro. Sama seperti atraksi adat Pasola di tempat lainya di Sumba Cuma bedanya lapangan Pasola disini lumayan luas jadi para peserta terlihat memacu kuda lebih lama buat kelilingin lapangan. Seru banget nontonya sampai gak kerasa hari udah siang dan sayapun harus lanjutin petualangan ke tempat lainya di Sumba Barat Daya. Ada danau Waikuri, danau yang terbentuk dari cekungan batu karang yang terisi air laut dari lautan lepas dan menjadi laguna dengan airnya yang bening dan warna tosca dan biru yang cantik bikin betah berlama-lama disini.

 

Tapi misi ku datang ke Pulau Sumba harus terlaksanakan yaitu membawa bantuan amal untuk salah satu sekolah di desa Weekombaka Kecamatan Wewewa, Sumba Barat Daya. Perjalanan sekitar 30 menit dari kota Tambolaka. Saya ditemani biker lokal Gusti kami samperin Pastoran Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus di Weekombaka buat ketemu Romo Benny karena sumbangan Papan Tulis buat 6 Kelas dan sumbangan alat tulis-menulis dikirim ke Pastoran. Lalu dari sana kamipun ke lokasi sekolah SMA Katolik Hati Kudus Yesus. Sekolah SMA yang jumlah siswa-siswi sekitar 220 dan guru sekitar 15 orang termasuk Romo Benny sebagai kepala Sekolah SMA Hati Kudus Yesus Weekombaka menyambut hangat kedatangan Wheel Story. Di setiap kelas saya pun ikut berbagi pengalaman, bercerita tentang petualangan bermotor membawa nama Indonesia di depan siswa-siswi yang mendengar dengan antusias di dalam ruang kelas yang masih berdindingkan anyaman bambu berlantai semen cor. Gak lupa juga saya buat kuis kecil-kecilan berhadiah alat tulis menulis. Lalu pas jam istirahat Siswa-siswi SMA Katolik Hati Kudus Yesus berkumpul di lapangan sekolah untuk pembagian alat tulis-menulis untuk menunjang kegiatan belajar mereka.

 

Akhirnya selama 16 hari petualanganku di Sumba selesai dengan tak kurang apapun, semua bucket list ku tercapai kecuali untuk main ke Air terjun masih belum tepat waktunya karena masih curah hujan tinggi yang bakal bikin wisata air kurang bagus. Namun pulau Sumba sudah memberikan pengalaman berharga dan berkesan untuk dijelajahi pemotor. Saya pun balik riding ke Waingapu untuk mengambil kapal balik ke Surabaya.

 

 Salam Adventure.

























Comments


You Might Also Like:
bottom of page