top of page

Festival Pasola di SUMBA

Day 5-10.

 

Setelah explore beberap tempat keren punya Sumba Timur, petualangan Wheel Story pun berlanjut ke destinasi lainya di pulau Sumba. Kali ini saya bakalan riding ke arah Sumba Barat. Jalanan super mulus dan kelokan yang ga ada habisnya bakal menghiasi perjalanan sejauh 130 Km dari Waingapu menuju Waikabubak. Dalam perjalanan saya sempatin berhenti di Bukit Wairinding memang bikin merinding dengan suguhan pesona panorama alam khas Sumba Timur yaitu hamparan padang rumput yang masih hijau dengan perbukitan yang dihiasi kuda.

 

Lanjut gas lagi lewatin perkampungan yang sepanjang perjalanan menuju ke Sumba Barat dan pas melintas di Sumba Tengah saya sempatin istirahat di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru yang sejuk dikelilingi pepohonan hijau yang asri. Dan 3 jam kemudian sampai saya di kota Waikabubak Sumba Barat. Kota yang artinya air yang melimpah, ya memang kota yang sejuk ini dikelilingi persawahan dan bukit hijau yang sumber air nya melimpah dan gak pernah kering jadinya kawasan sekitar kota dimanfaatin sama penduduk untuk jadi ladang pertanian. Tapi hanya berjarak 3 Km dari pusat kota kita juga bisa kunjungi kampung adat tradisional Prai Ijing. Kampung dengan rumah-rumah adat yang beratapkan alang-alang dan memiliki menara yang menjulang tinggi khas Sumba ini punya fungsi yang unik. Paling bawah difungsikan buat ternak, lalu bagian tengah rumah panggung ini sebagai hunian dan dapur atau perapian, lalu bagian atap yang menjulang tinggi difungsikan untuk lumbung atau tempat menyimpan hasil panen. Lalu ditengah-tengah atau depan rumah ada kuburan keluarga berbentuk batu kubus besar dan memiliki ukiran khas.

 

Nah kedatanganku kesini juga untuk meliput kegiatan adat Pasola yang cuma diadakan di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Dan saya berkesempatan mengikuti acara Pasola di area Wanokaka. Saya bersama teman-teman bikers Waikabubak pun berangkat pagi-pagi sebelum matahari terbit guna mengikuti ritual Hodu Nyale di pantai Pahewi dan lanjut acara Pasola di Lapangan Kamaradena desa Wanokaka. Pasola dikenal sebagai perayaan musim tanam yang diadakan tiap awal tahun (Februari-Maret). Atraksi ritual Sumba Barat ini dimainkan oleh dua kubu sambil melempar tombak kayu ke arah lawan sambil menunggangi kuda. Seru banget pokoknya asal kita yang nonton harus waspada biar gak terkena lembing kayu pemainnya. Dan karena lokasi Pasola dekat pantai jadinya saya pun gak mau lewatkan Pantai Rua yang udah berdekatan sama pantai Nihiwatu yang terkenal keindahan pantai nya yang eksotis. Setelah itu kami lanjut balik ke Waikabukak sebelum hujan turun.


Salam Adventure.

















 

 

留言


You Might Also Like:
bottom of page