Gini rasanya bawa motor sampai 4895 Mdpl

Day 333, Km: 11.045, Abra del Acay

Petualangan saya berlanjut ke arah utara dari Cafayate bakalan riding terus mengikuti Ruta 40 dan jalan berubah yang tadinya aspal sekarang gravel tapi tenang aja karena Honda Africa Twin tunggangan saya bakalan dengan mudah lewatin jalur beginian. Dan sekitar 70 km atau satu jam berkendara, landscape pun berubah drastis. Kali ini saya tidak percaya dengan suasana sekeliling. Apa yang saya lihat benar-benar fantastik. Berasa seperti berada di planet lain. Formasi batuan runcing yang tingginya sekitar 20 meter dan mereka menyebut tempat ini Quebrada de Las Flechas. Riding diantara bebatuan runcing ini berasa riding di planet Mars.

Lalu perjalanan dilanjutkan. Jalur ini sepi banget. Kadang berpapasan sama kendaraan lain hampir 1 jam sekali dan sesekali ketemu pedesaan kecil dengan penduduknya yang sangat sedikit. Hari mulai sore dan saya putuskan untuk bermalam di kota kecil Cachi setelah berkendara 160 di jalanan gravel plus korugasi plus pasir ini. Altitude saat itu sudah 2500 mdpl, lumayan kerasa ngos-ngosan kalau jalan kaki buat cari makan di kota itu.

Hari berikutnya cuaca cerah banget, kembali riding di Rute 40 dan terus ke arah utara. Jalanan mulai ekstreme dan terus menanjak. Nampak tanaman kaktus raksasa dimana-mana. Beberapa kali menyebrangi sungai, lalu jalan yang hancur terkikis air dari gunung, kadang riding disebelah tebing yang kapan saja bisa longsor belum lagi jurang di sisi lainnya yang bikin merinding. Tiba-tiba suasana alam berubah. Hanya pegunungan dan rerumputan nampak di ujung gunung terlihat bersalju, udara terasa kering dan dingin. Sudah 3 jam berkendara tidak ketemu kendaraan lain. Tanjakan di jalan gravel ini makin curam dan dipenuhi harpin atau tikungan patah langsung nanjak dan beralaskan kerikil lepas. Udara makin dingin dan kering, saya mulai merasakan oksigen tipis di area ini. Si Rumba aka CRF1000L tetap semangat memberikan torsi untuk menjaga momentum. Jalan makin sempit dan melihat jurang dalam di sebelahnya bikin kaki bergetar. Salah sedikit bisa ambyar masuk jurang. Perjalanan yang penuh resiko tapi ini menjadi salah satu destinasi impian para biker yang datang ke Argentina. Dan akhirnya terlihat plang bertulis ‘Abra del Acay’ yang merupakan point tertinggi di Ruta 40 ini.


4895 meter diatas permukaan laut bukan main-main namun menjadi perjalanan yang bukan main buat saya bawa motor dengan melewati kondisi jalan yang ekstreme sampai sini tanpa masalah sedikitpun. Sambil menikmati alam disini saya harus bergerak lambat dan mengatur nafas karena oksigen yang tipis bisa bikin ‘high altitude sickness’. Bangga banget rasanya sebagai biker berhasil mengibarkan bendera ‘Merah-Putih’ bersama motor yang tangguh pada ketinggian 4895 Mdpl, menjadi pengalaman berharga buat saya sekaligus saya bisa katakan petualangan ini menjadi petualangan Honda Africa Twin pertama dari Indonesia yang mencapai tempat ini.


Salam Adventure.











You Might Also Like: