Masuk ke Dunia MAYA

Day 730, Km: 30.2348.


Setelah Pulau Flores yang menjadi salah satu destinasi favoritku di Departemen Peten Guatemala bagian Utara, nah ada satu tempat lagi nih yang wajib dikunjungi kalau datang ke Guatemala, yaitu Tikal sebagai salah satu kota terbesar dalam peradaban Maya pada zaman pra-Columbus. Dari Flores buat ke area Tikal ini gak begitu jauh, cuma sekitar 64 Km dari Flores.


Karena hari ini cuaca mendukung banget buat ke Tikal jadi langsung gas kesana bersama motor kesayangan apalagi jalanan menuju sana asik banget, mulus dan sepi pula. Dan setelah sampai di pintu gerbang buat masuk ke Taman Nasional Tikal kita wajib beli tiket dulu disini. Kalo buat pengunjung mancanegara bakal kena biaya 150 Quetzal atau sekitar 22USD. Tapi kalau buat warga lokal Cuma bayar 25 Quetzal atau sekitar 3 USD saja nih.


Nah dari sini masih 17 Km lagi buat menuju ke reruntuhan kota Maya. Tapi mulai dari sini kita sudah memasuki kawasan Taman Nasional Tikal dimana semua kendaraan yang masuk Cuma dibatasi batas kecepatan 45Km/h saja karena sudah masuk dalam kawasan area yang dilindungi dan juga dikasih batas kecepatan ini guna menghindari kendaraan menabrak hewan liar yang bisa saja menyebrang secara tiba-tiba. Cuma masalahnya disini juga ada Jaguar yang hidup di alam babas ini, aduh semoga Jaguarnya gak nongol secara saya cuma diatas motor bukan di dalam mobil yang tertutup rapat.


Setelah 20 menit lewatin hutan hujan lebat, akhrinya sampailah di kota kuno Maya ini yang dulunya bernama Yax Mutal. Dan karena kompleks reruntuhan kota ini luas banget setidaknya butuh 1 hari penuh buat eksplore abis tempat ini dan tentu saja ditemani guide. Cuma kali ini saya mau jalan sendirian aja jadi gak usah pakai guide cukup bawa map saja deh, langsung aja kita masuk ke dunia Maya dulu nih.


Dulunya Tikal pernah menjadi Ibu Kota sebuah negara yang pernah menjadi kerajaan terkuat pada masa peradaban Maya dan mencapai kejayaannya pada zaman klasik sekitar tahun 200-900 M namun setelah zaman klasik berakhir, perlahan jumlah penduduk mulai menurun di Tikal dan akhirnya kota ini ditinggalkan penduduknya pada abad ke-10. Dan situs ini kembali ditemukan oleh Modesto Mendez dan Ambrosio Tut pada tahun 1848 dan semenjak itu reruntuhan ini mulai banyak dikenal orang, hingga tahun 1853 para arkeolog dan pemburu harta karun datang menyambangi kawasan ini.


Dalam perjalananku di kompleks Tikal ini yang artinya ‘tempat suara-suara’ dalam bahasa Maya, mata saya langsung tertuju pada salah satu kuil yang berdiri megah di tengah-tengah kompleks ini, letaknya di area Grand Plaza ada kuil 1 atau sebutan Grand Jaguar merupakan struktur piramida bertangga yang menjadi ciri khas bangsa Maya dan kuil ini didirikan sekitar tahun 732 M. Lihat kuil ini jadi ingat deh komik Tin-Tin atau film Star Wars. Luar biasa dan takjub dengan karya-karya peradaban Maya yang spektakuler.


Kawasan Tikal beserta taman nasional Tikal inipun masuk dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1979. Luar biasa gak rugi nih saya balik ke Guatemala lagi buat mengenal lebih tentang sejarah, budaya khusunya peradaban Maya. Pantas aja Guatemala dapat julukan ‘Heart of the Mayan World’.


Salam Adventure.











You Might Also Like: