Meninggalkan Peru ke Ekuador

Day 452, Km: 21.829



Setelah enjoy kemegahan reruntuhan kerajaan Inka, Machu Picchu, saya balik ke kota Ollantaytambo buat jemput si Rumba a.k.a Honda Africa Twin dan gas menuju destinasi selanjutnya. Tapi kali ini bakalan ke arah Barat ngikutin rute no 3 daerah pegunungan yang dingin karena masih berada di kawasan pegunungan Andes dan jalanan yang penuh kelokan yang gak ada habisnya ini bakalan menjadi kepuasan tersendiri buat para penikmat turing seperti saya, belum lagi view pegunungan sekitar dan pedesaan kecil yang bikin betah.


setelah 700-an km jalan penuh kelokan dan menurun ini membawa saya hingga ke kota Nazca. Alam disini berubah dari Savannah, kini menjadi gurun pasir. Hawa nya lumayan panas juga. Dari sini saya ubah rute ke arah utara ngikutin rute nomor 1 atau dikenal dengan rute Pan American highway Selatan. Dan tak berapa lama setelah ninggalin kota Nazca kita bisa temukan Nazca lines, paling unik sama garis Nazca gambar kucing yang udab berusia 2000an tahun ini. Dan disekitar gurun ini banyak lagi garis-garis Nazca lainya. Namun disini bikin saya berpikir, bagaimana bisa ribuan tahun lalu peradaban Nazca membuat garis-garis berbentuk berbagai macam makhluk hidup yang super besar cuma pakai peralatan sederhana. Masih menjadi misteri sampai saat ini.


Dan tak jauh dari kawasan Nazca lines, saya merapat dulu di Huacachina, desa kecil yang berdiri di tengah oasis gurun. Tempat ini tersembunyi karena dikelilingi sand dunes. Keren banget pokoknya berasa berada di dunia lain. Tapi karena waktu terus berjalan, saya lanjutkan turing saya hingga matahari mau membenamkan diri, saya putuskan buat istirahat di Paracas, kota wisata tepat berada di pesisir samudra Pasifik. Dan dari sini, saya tinggal ngikutin rute no. 1 ke arah utara yang akan membawa saya ke ibu kota Peru, Lima. Dan di Lima saya mampir dulu di KBRI Lima buat nyapa dan bersilahturahmi dengan staff KBRI Lima. Lanjut saya swab test PCR buat lanjut perjalanan menuju negara berikutnya.


Karena hasil swap test hanya berlaku 72 jam, jadinya saya harus tiba di perbatasan Ecuador dalam 3 hari. Saya mengambil rute tercepat dengan tetap mengikuti rute no.1 atau Pan American Norte yang akan membawa saya ke Zarumilla, kota perbatasan Peru-Ecuador di bagian utara Peru yang masih berjarak 1300 Km dari Lima. Saya langsung gas menuju border tersebut karena cuma border yang ditunjuk buat saya lewat. Riding di rute ini memang bakalan bosan, sepanjang mata memandang hanya gurun pasisir laut yang membentang dari selatan ke utara Peru. Sesekali saya keluar rute no.1 ini buat ke arah pesisir pantai sambil cari penginapan atau hanya sekedar nongkrong di kedai kopi.


Setelah 3 hari riding dari Lima, tibalah saya di perbatasan Ecuador, dan setelah nunggu 5 jam imigrasi memeriksa dokumen saya dan ternyata harus punya surat keterangan dari pemerintah Peru buat check-out dari Peru karena sebetulnya border ini masih belum buka buat turis. Jadinya saya tidak diijinkan masuk ke Ekuador hari itu dan harus putar balik ke kota Tumbes buat cari penginapan. Tapi pas baru nyampe kota Tumbes yang cuma berjarak 25 Km dari border tiba-tiba saya dapat email dari KBRI Lima kalau surat keterangan dari pemerintah Peru untuk saya pakai melintas border tersebut terbit dan berhubung hari sudah sore jadinya saya bakalan coba besok pagi lagi. Hari berikutnya pagi-pagi saya gas ke border, kali ini semua proses berjalan lancar buat check-out dari Peru termasuk Custom buat motor. Begitu juga masuk Ecuador diterima tanpa masalah. Walau awalnya bikin grogi karena sebenarnya Ecuador masih tutup buat turis melintas di border ini, tapi untunglah saya bisa diterima masuk ke Ecuador. Dan sekarang saya siap berakselerasi menjelajah negara ke-6 saya di Amerika Selatan.


Salam Adventure.